Menunggu
Berada ku di balik jeruji cinta
Menatap keluar jendela mencari udara
Sesaku ketika berjumpa rindu
Menunggu tak membuatku jemu
Ntah menunggu kamu yang dulu atau seseorang yang baru
Hempas angin membangunkan buluk kuduk
Mempercayai bahwa ini bukanlah takdir yang mengutuk
Setia berada ku di setiap sudut
Menanti mu hingga kening ini mengkerut
Sepi ku dalam doa yang berharap tanpa jera
Kamu yang selalu membuatku tertawa
Hingga seluruh hidup yang pilu jadi berwarna

No comments:
Post a Comment