19 Feb 2011

# life # puisi

SKUPI

Nahh cerita kali ini tentang apa yang terjadi selama skupi disekolah.
Temen gue ya, biasanya mana mau tu orang nungguin orang lain. Mana mau dia agama kalo ngga absen doang. Mana mau dia ikut-ikut acara sekolah. Cuma ngeliatin lagi. Tapi lo tau? Tadi dia ADA. Dia nunggu sampe itu acara skupi math selesai. Sampe pembawa motor vario tecno itu MENANG *weee hebat deh kamuu. Tumben banget kan. Padahal tadinya gua mau nyemangatin dia. Tapi pengguna tas ripcurl itu ngecengin gue. Yaudah ngga jadi deh gua ngasih semangatnya. Ish pengen deh gue bilang “ngapain lo disinii? Pulang gih. Semuanya jauh lebih baik tanpa lo” tapi ngga enak gila. Yaudah diem aja dah gua jadinya. Cukup sabar aja.
Tapi gue seneng BANGET kalo rambut panjang berkacamata itu udah ngga ada. Lebih tepatnya ngga ada ditengah-tengah gue sama pengguna helm merah .

Jarum detikku terus berputar mengitari lingaran disekelilingnya
Pikiranku melayang jauh tinggi menembus awan kumulus, nimbus
Teringat ketika dia belum hadir ditengah-tengah
Yang membuat semuanya berubah menjadi sesuatu yang buatku tak nyaman

Kusadari kekuarangan yang ada pada diriku
Kelebihan yang ada pada dirinya yang mungkin kau cari
Akupun mencoba untuk mengalah dan mengakui semua itu
Tapi mengakulah kawan kalau kau juga menyukainya

Udara tidak bisa dicari
Bergerak sesuai arah angin yang membawanya
Belum selesai ku menghirup udara dan mengalirkannya ke alveolus
Sudah pergi terhembus angin yang akupun tak tau kemana arahnya

Hanya bisa mengirimkan senyuman manis jika memang ini yang terjadi
Dibalik dera dan nestapa yang menimpa kegalauan hati
Masih ada senyuman yang terbias dari bibirku

Kilau permata tak akan pudar sekalipun terkikis air
Sekalipun udara terus berhembus mengikuti angin
Kan ku ikuti kemana arahnya
Karena ceritaku tak sampai disini




No comments:

Post a Comment

Follow Us @soratemplates