Empat minggu. Tepat 30 hari sebelum pada akhirnya saya harus bersiap. Rabu hari ini, tak ada kelabu, hanya cerahnya langit biru. Kamu. Musik yang berputar dari youtube premiummu. Ntah judulnya apa, rasanya saya baru mendengarnya pertama kali. Lagu yang terus berputar sepanjang dia mengerjakan pasien. Lyric yang berisi seperti pengungkapan rasa cinta, cukup membuat jantung saya berdegup lebih cepat. Iyaaaa. Semesta, bolehkah saya bersikap egois ? Saya sungguh sungguh menyayanginya. Saya ingin bersamanya. Walaupun ada yang bilang akan ada banyak air mata. Saya ngga peduli. Saya akan tetap mimilihnya sekalipun ada ribuan air mata. Sebab saya yakin dia akan memberi milyaran bahagia.
Ya Allah, bisakah ?
Jika tidak bisa, maka izinkan saya menikmati satu bulan bersamanya dengan bahagia sebelum halaman terakhir selesai dibaca. Seperti hari ini. Seperti ungkapan rasa yang dia salurkan melalui nada. Seperti perhatian yang dia bilang melalui obat yang dia berikan. Seperti tawa yang kita bentuk hari ini. Seperti dia menemaniku keluar beli makan siang. Seperti dia menanyaiku lagi untuk menghubungi mamanya. Butuh lebih dari sehari hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk berani. Tapi sayang, dia yang takut. Perasaan itu jalannya berdua kak, ngga sendirian. Ya kalau mau berjalan kedepan, ngga cuma kaki kanan yang melangkah kn ?

No comments:
Post a Comment