Oktober
Yeah, Something happen beberapa hari terakhir.
Perkara roti, dia yang tak pernah memberiku roti. Dia yang selalu lebih perhatian ke kak lia. Bahkan setiap kali beli jajan / beli minuman yang dia ingat ka lia. Cemburu ? Tidak. Lebih kepada iri. Bahkan hari ini saja, dia diam. Benar - benar diam dan tak angkat suara. Behari - hari saya buka bicara, namun selalu terhenti padanya. Samapi setelah sholat, dia bertanya ka lia pulang bareng lu ? Kalo dipikiri, dia selalu nanya tentang ka lia. Ka lia yang selalu ada dipikiran dan ditanyainya. Pernahkan dia menanyaiku pada ka lia ? atau paling tidak, pernahkah dia menanyai aku pulang gimana ? Ntahlah. Apa mungkin aku yang tak ingat.
Terlepas dari ke iri an yang tak logi. Akubenar benar sedang pusing dengan kuliahku. Hopeless. Lagi dan lagi. RR adalah motivator terbesar melebihi diri sendiri soal pendidikan. padahal aku gak pernah ngerti pas dia jelasin banyak hal. Soal ilmu - ilmu yang dia punya. Tapi ...
Aku hanya ingin menghubunginya, ngobrol, berbalas pesan singkat. Itu elbih dari cukup untuk bikin aku bangkit lebih ada semangat kalau aku harus selesai. Pesan pesan itu seperti berisi "Ayo wid. Lo pasti bisa. Ayo semangat."

No comments:
Post a Comment