Perihal mencinta dan dicinta
Berangkat dari rasa nyaman
Memupuk harapan
Yang ternyata kini menjadi sebuah ancaman
Ancaman bagi perasaan
Perasaan yang masing - masing dijaga
Agar tetap utuh dan tak saling jatuh
Tapi gimana ...
Kemanapun ku berkayuh, pas dikamu tempat paling teduh
Biarpun kamu sering gaduh dan buat riuh
Biarpun jarak terjauh yang harus ku tempuh
Cuma kamu yang bikin aku luluh
Perihal bahagia
Kamulah sang juara
Menduduki tempat nomor satu yang saat bersamamu selalu ingin ku hentikan waktu
Menikmati setiap tawa .. canda.. ceria...
Berbagi cerita
Yaa. Kita memang dekat tapi tak rekat
Saling terikat tapi tak menggenggam erat
Aku tak yakin, apakah aku cukup kuat untuk membungkam rasa rekat - rekat
Yang terus mencuat, menyelinap menembus sekat
Aku ingin,,
Menjadi teduh di hujanmu yang kian gemuruh
Menjadi hangat di tengah dinginnya malam pekat
Menjadi senjamu
Yang merekah indah di penghujung hari yang lelah
Menjadi rumah saat mulai hilang arah
Sayangnya,...
Aku hanyalah halaman depan rumah
Menungg mu pulang, padahal kau hanya berlalu lalang
Selalu menyambutnya datang dan melepasmu hilang
Di ujung jalan simpang
Temanimu berbincang berhias bintang terang takkan buatku menang
Tuk bersemayam di dalam
Memupuk tanam dan beri siram
Menuai cinta yang telaah disemai

No comments:
Post a Comment