20 Nov 2021

Tumblr kecil merah

 September

Rasanya terlalu banyak kejadian yah. Pagi itu, sepertinya RR sakit, vertigonya kumat. Pusing gak karuan. Dia berbicara terus seperti sakitnya sudah tak tertahankan. Mendengar keluhannya, saya gak tega. Saya menawarinya teh panas. Memang gaka akan bisa menyembuhkan tapi paling tidak bisa menenangkan. Dia menolak. Tapi saya tetap membuatkan teh untuknya. Dia benar benar tak memperdulikan sebuah tumblr merah yang ada di depan matanya. Dia biarkan teh yang panas itu mendingin dengan sikapnya yang angkuh.

Hingga malam sebelum lembur saya mengecek kembali botol itu. Namun saudah tidak ada. Saya pikiri bahwa dia telah meminumnya, paling tidak seteguk. Rasanya saya lega. Dan melihatnya membaik setelah minum obat.

Keesokan paginya saya mencara botol kecil itu. Namun masih tidak ketemu. Saya tak berani bertanya. Saya diam dan menganggap mungkin dibawa kali ya. Yaaaa. Perasaan bodoh yang selalu berfikir positif terhadapnya. 

Hingga siang, akhirnya saya tanya pada teman saya dan ternyata botol itu masih tersimpan rapih di lemari dan tak berkurang sedikitpun isinya.
Yah, saya seperti mengulang kesalahan. Tidak. Lebih tepatnya mengulang hal bodoh untuk seseorang yang ngga pernah bisa menghargai sesuatu.
Sejak saat itu saya kembali tersadar bahwa tidak ada yang bisa menghargai kita selain diri sendiri. Dan keeskan hanya saya tak lagi menanyainya makan !

No comments:

Post a Comment

Follow Us @soratemplates