12 Dec 2021

Duabelas. Satudua. Duasatu

Tentang semua bentuk rasa senang. Rasa senang yang kali ini benar benar tidak bisa terlukis lewat kata. Rasa senang yang memang hanya saya yang cipta. Kali ini bukan karna kamu. Karna semua orang yang hadir di hidup, yang membersamai disetiap hari, nyatanya hangat pada hari ini.


Tapi lagi lagi, kamu yang ingin aku ceritakan. Karna sejujurnya, kamu sangat menyebalkan. Kamu yang hanya terus bersama bang adi. Kamu yang ga pernah mau dipisahkan. Kamu yang kemana mana harus nempel kaya perangko sama bang adi. Kamu yang hanya mijetin bang adi sepanjang hari. Kamu yang hanya peduli dengan bang adi. Kamu yang dipikiran mu hanya ada bang adi. Bang adi udah ada kak kalis kak, istrinya. Ga perlu seberlebihan ituuu. Kecewa pas diajak jalan jalan bareng, tp kamu menolak. Jalan jalannya sama bang adi. Harus banget sepaket kah ? Dan sejak saat itu, aku tak lagi mengajakmu. Aku terus berlari ke arahmu, aku terus berusaha mengajakmu, tapi sayangnya kamu malah menuju ke bang adi. Cemburu ? Tentu. Tapi apalah aku tuk rasa itu, terlebih kepada bang adi. Mungkin kak kalis juga rasa ini. Sadar ngga kalau beberapa kejadian, sikap bang adi terhadapmu, seperti sikapmu terhadapku ? Cuek. Kadang abai sama perhatian yang dikasih. Kadang nolak kalo dikasih obat. Kadang ga mau dideketin. Iya. Kaya gitu.


Terlepas dari cemburu, iri dengki. Hehe. Aku sungguh terkejud ketika kita masih dipersatukan di versa. Iya. Rasanya kehabisan kata. Antara senang juga bingung. Bingung bagaimana menyudahi semua perasaanku terhadap mu. Sebab tertawa bersama mu selalu buat candu. Begitu. Aku akan lebih kuat, lebih mengerti dan memahami sambil berjalan mundur.

No comments:

Post a Comment

Follow Us @soratemplates