8 Oct 2013

# life # puisi

kakak berkacamata

saing itu, aku mengikuti sebuah acara di kampusku. yang kata orang sih itu acara terbesar sepoltekkes. akupun mencobanya untuk mengikuti kepanitaan. namun, untuk menjadi panitia harus mengikuti seleksi, salah satunya wawancara.
dan ketika itu. ketika siang menjelang sore. aku menghadiri gedung diretorat lantai 3, tepatnya sekertariat BEM. kala itu, ruangan sudah di isi oleh beberapa orang dan beberapa senior disana. kami, aku, dan keempat temanku dipersilahkan masuk. dan tak lama kami keluar lagi dari pintu karena wawancara dilaksanakan hanya 3 orang saja. dan aku mendapatkan gelombang kedua.
dan gilirankupun masuk. awalnya mungkin ruangan itu sangat tegang, namun keempat kakak senior mencoba memecahkan suasana.

ketika itu....
aku melihat sesosok pria berkacamata
dengan gigi di kelilingi kawat kawat
dan berambut agak sedikit berponi

awalnya aku tertarik pada salah satu temannya
yang berwajah imut dan bertubuh mungil
senyumnya pun tak kalah manis
hanya saja...

ku coba untuk lebih mengenalnya lagi
dan kudapati sesosok kakak yang ramah
namun tak menarik
ketampanannya saja yang membuat dirinya spesial

lalu ku coba untuk mengenal pria berkacamata
jauh lebih ramah
semangatnya. senyumnya
dan semua hal tentangnya

semangatnya yang membara
seakan menyambar otak dan pikiranku
untuk jauh lebih semangat darinya

senyumnya yang begitu manis
menggelitik hatiku untuk menaguminya
dan keramahannya pada setiap orang
serta tatapannya ketika berbicara



No comments:

Post a Comment

Follow Us @soratemplates