Tuhan,
Izinkan aku bercerita
Tentang orang yang yang telah tiada
Tentang pelita hati yang kan selalu ada
Semua nada seakan berlagu
Menyanyikan lagu sendu
Kepada orang yang selalu ada dahulu
Melebarkan senyuman saat semua orang tertawa
Tapi ketahuilah itu palsu
Hanya menutupi kesedihan hati yang sedang rindu
Haruskah ku ceritakan yang sebenarnya
Bahwa kejadian masa kecilku kembali terulang
Tak apa ketika semua orang menertawakan ku, mengoloku, mengejeku, menghinaku. Mungkin itu tanda cinta. Tanda sayang yang mereka utarakan lewat cara yang berbeda. Kan ku jawab ketika semua orang menanyai ku. Apapun. Tapi tolong jangan pernah menanyaiku berulang soal papaku. Tapi tolong jangan pernah menertawakan apapun soal papaku. Tapi tolong jangan pernah kasian soal keadaan yatim ku. Karna aku tak butuh soal belas kasihmu. Bersikaplah biasa sebagaimana adanya aku. Bukan latar belakang ku atau pun keadaanku. Dan tolong jangan pernah singgung kembali soal papaku. Karna itu akan buatku rindu. Menceritakan kejadian yang sudah berlalu saja aku tak mampu. Apalagi harus mendengarnya berulang ulang.
Biarkan hati ku tenang saat ini. Biarkan aku sendiri. Melepas sepi yang sedang ku jalani. Hingga ku siap bertemu mereka. Dan kembali tertawa bersamanya ~


No comments:
Post a Comment