Hai pelangi,
Ntah kenapa ku merindukan mu lagi
Dan sepertinya kalini semakin parah
Seperti busur yang kehilangan anak panah
Seperti angin yang tak berarah
Seperti gelap yang menunggu cerah
Mungkin ku tak kuasa tuk menutpi lagi rasa yang telah ada
Yang sekian lama menyesakan dada
Dan sepertinya kali ini aku mulai cemburu
Melihat mata kalian beradu
Melihat kalian bersama dan semakin candu
Membuatku menangis dalam isakan sendu
Dan sepertinya ku mulai takut
Tuk merasa sakit hati yang kan semakin akut
Tuk menunggu air laut surut
Sungguh ku tak mampu berasaing pada dia yang mahir
Bagai gadis melankolis bersaing dengan penyair
Sungguh ku tak mengerti cara tuk mendekati
Hingga kau kini beralih kelain hati
Archive
-
►
2019
(2)
- ► February 2019 (2)
-
▼
2017
(3)
- ► April 2017 (1)
-
►
2016
(21)
- ► November 2016 (1)
- ► October 2016 (4)
- ► September 2016 (3)
- ► August 2016 (1)
- ► April 2016 (2)
- ► February 2016 (1)
- ► January 2016 (3)
-
►
2015
(12)
- ► September 2015 (2)
- ► August 2015 (4)
-
►
2014
(19)
- ► November 2014 (2)
- ► February 2014 (10)
- ► January 2014 (7)
-
►
2013
(9)
- ► November 2013 (4)
- ► October 2013 (3)
- ► September 2013 (1)
-
►
2012
(8)
- ► September 2012 (2)
- ► August 2012 (4)
- ► March 2012 (1)
- ► February 2012 (1)
-
►
2011
(45)
- ► December 2011 (2)
- ► November 2011 (1)
- ► October 2011 (2)
- ► April 2011 (7)
- ► March 2011 (15)
- ► February 2011 (7)
- ► January 2011 (1)
-
►
2010
(3)
- ► December 2010 (3)
17 Feb 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment