23 Nov 2021

Nyebelin

23:04 0 Comments
November

Dear Ka Rory,
Akhir - akhir ini lo nyebelin. Nyebelin karna lo ga mau pulang sore. Nyebelin karna lo ga mau kerja pagi. Nyebelin karna lo selalu mikirin diri sendiri. Nyebelin karna seakan semua orang harus ikut maunya elo. Nyebelin karena semua orang harus ngerti lo. Bingung gimana cara ngomongnya sama lo, supaya lo ga tersinggung , supaya lo ga marah, supaya lo ga merasa benar, supaya lo mau nerima kalo lo ini salah. Sadar atau ngga, ka ida harus berkorban, harus back up elo setiap kali lo ga mau pulang sore. Belom lagi bang ucup yang back up kalo pagi lo ga mau operator selasa pagi. Dan terlebih, apa lo pernah mikirin perasaan mereka ? Mikirin gue, yang setiap senin harus lari - lari kerjanya, belom lagi kalo overtime, belom lagi kalo diburu - buruin, belom lagi kalo lo nya bete. Mungkin mereka bakalan bilang gapapa, tapi asalkan lo tau, kalo salah satu dari kita pernah diam, pernah kesel, pernah nahan tapi ga keliatan. Kita selalu nyoba ngertiin gimana elo.

To be honest, gue pengen banget benci sama lo kak. Pengen banget. Abai. Ga nawarin makan. Ga peduli. Ngebiarin lo gitu aja. Tapi sayangnya ga bisa. Sekalipun. Segimanapun. Selalu ada pintu maaf yang selebar lebarnya. Selalu ada kata kembali ketika mencoba pergi. Gak ngerti kenapa. Ibarat keluarga yang ga bisa benci keluarganya yang lain.

Iya. Udah gitu aja. Semoga perlahan bisa menjadi lebih baik, belajar memahami :)


20 Nov 2021

Mencoba berani

23:07 0 Comments

 November

Hari ini, setelah aku kurang jam tidur. Aku berharap mood ku bagus sepanjang haris etelah kemarin sebelumnya hancur berantakan. Ya sepanjang hari saya benar - benar menjaga mood, sebab awalnya hari ini saya mau bahas mengenai ibunya beberapa hari lalu. Saya pergi ke T1 sejujurnya untuk mencari mas hari dan nanya karena saya habis mendengarnya telfon menggunakna bahawssa badang dengan raut wawjah serius. Saya taku, khawatir jika terjadi sesuatu pada keluarganya terutama ibunya. Namun ketika saya di T1 dia juga tiba tiba datang dan ikut berdiam. Lalu saya urungkan niat untuk bercerita. Yaa. Dia menetap selama saya berada disana. Berbagai cengan bertubi - tubi kita terima. Dan hanya ketawa - tawa menanggapinya. Seperti biasa. Yaaa. Lagi dan lagi saya bahagia. Bahagia untuk berada disekitarnya. Bahagia karna dia salting dan salah ngomong, bingung. Bahagia ketika dia manggil mas hari. Bahagia ketika kita bisa ketawa bareng.
Karena saya tak sempat untuk cerita, akhirnya saya chat mas hari. Memang dia bilang untk menunda gapapa, lalu dia beri semangat dan celetukan.

Yaudah akhirnya aku beranikan diri untuk mengungkit soal yang sbelumnya kita becandain. Berawal dari nanya kabar orang tuanya, sampai aku bilang aku berani untuk hubungi mamanya asal dia mau bicara duluan bridging yang kemudian aku lanjutkan. Namun sayangnya, dia menolak. Dia ga mau. Dia memntaku langsung menghbungi mamanya tanpa basa basi. Yaa gimanaaa yaa kalo tiba - tiba gitu aku mau bilang apa. Aku siapa yang tiba tiba telfon. Ada keperluan apa telpon telpon ? Aku gak ngerti kenapa dia gak mau menjadi perantara. Apakah ini bagian dari ujian ??

dan hari ini aku memperhatikan playlist yang dia putar, alalu kudapati bahwa dia masih menyimpan luka. Luka akan seseorang yag sangaat dicintainya namun tak menjadi jodohnya. Saya harap, untukmu, pelukalah luka itu, rasakan sedalam - dalamnya rasa sakit yang kau terima. Lalu terima, terima bahwa yaa kamu terluka. lalu bersiapkah untuk bangkit, untuk bergegas. sebab aku akan obati lukamu dengan bahagia. 

Susu Sea Salt

22:54 0 Comments

 November

Sudah bercerita tentang susu ? Susu yang diba beri saat saya bilang pegel pegel. Ya benar, dia memberi saya susu sal cream eh se salt saat sebelumnya saya bilang kalau badan sakit semua setelah pulang kampung. Sikan dan perhatiannya sungguh buat saya bahagia. Sesederhana itukah bahagia saya mencintainya.

Sejujurnya pagi itu saya cukup terkejut ketika suara keras menyambut pertanyaan saya perihal lembur. Ya ketika saya mungkin terkesan memojokinya ketika dia akhirnya lepas lembur saat mengetahui bang adi. Dia bilang dia gak suka kaya gitu dengan nada tingginya, hingga kemudia saya merendah, minta maaf dan diam Lalu dia diam melihat kearahku. Seakan menyesali ucapannya. Hehehehe. Aku pergi membawa diam dan kejjutku. Dan beberapa saat kemudian, saya menawarinya untuk sholat. daaannn. Daaang. Secepat itu kita baikan lagi dan bersikap biasa aja

Dapur Emi

22:48 0 Comments

November

 Tentang seseorang yang selalu saya ceritakan.

Tentang seseorang yang selalu ku sisipkan namanya dalam doa.

Tentang seseorang yang ku sebut diakhir sujudku

Tentang seseorang yang mengiringi istighfar dan surat al waqiah ku


Kembali lagi ku ceritakan. Saya senang. Benar benar senang. Ketika sore itu dia meminta saya menemaninya. Setelah sekian lama, kita gak sedekat itu. Setelah sekian jauh jarak yang telah kita ciptakan. Akhirnya saya menemukan dirinya yang dulu. Dia yang periang, tidak menyebalkan, dia yang mengabulkan permintaaan siapapun bagi yang menuruti inginnya.

Ya . sore itu, untuk kedua kalinya dia membuatkan emi uuntuk ku. Sesimpel itu bahagiaku. Disanalah kami bercana. Kami bicara. brolan yang mungkin sebenarnya serius, tapi terlihat becanda. Dia yang memintaku untuk menghubungi mamahnya, dan bilang kalau mau sama anaknya. Lucu yaaa... Aku tak seberani itu kak. Aku taku. Dia yang kemudian ku tantang untuk bertemu mamahku. Dia yang menanyaiku bisa masak apa ngga, ya kubalas dengan "gue bisanya nyari duit" Dia yang bahas soal anak. Dia yang cemburu melarangku untuk pergi dengan seseorang yang sedang mendekatiku. Dan dengan bodohnya lagi lagi aku memilih ka rory. Untuk kesekian kalinya, dia adalah orang yang selalu ku relakan untuk membatalkan janji termasuk ka lia. Padahal hari itu, aku abis dikasih oleh oleh bakpia. Tapi aku tolak ajakan makannya. Dia yang kembali memberikan harapan seolah harapan itu masih ada, setelah saya coba untuk menutupnya rapat - rapat. Dia memang semenyenangkan itu. Dia adalah bahagia yang saya cipatkan sendiri yang terbias padanya.

Hari ini, saya benar benar terkejut ketika seseorang bercerita tentang dia. Saya benaar - benar tak pernah menyangka, bahwa segala bentuk perhatian yang saya beri cukup di notice. Mulai dari kado wisuda, kado ulang tahun, bahkan sesimpel ngasih makan buat dia. Dia yang terlalu cuek, memang begitu dia adanya. Lagi lagi kita yang harus mengerti dan mengalah bukan. Ini sangat membuatku senang sjujurnya. Tapi juga bingung, karena dia juga sedang dekat dengan wanita lain yang juga sedang dia harapkan restu orang tua nya. Lalu aku harus apa ? Harus tetap berjuang mengejarnya ? Berjuang itu ngga sendirian kan ? Namanya untuk mendapatkan kata 'Kita' kata 'Saling' berjuangnya juga harus berdua. Sepertinya sudah cukup lama saya berjuang. Tidak. Mungkin saya belum berjuang. Saya hanya tulus mencintainya. Saya hanya tulus untuk meperhatikannya. bahkan ketika saya tak terlihat, ketika saya tak pernah ada diingatannya, saya tetap mengingatnya. Seperti saya ucap senin itu pada mas hari bahwa sebenarnya ada / tidak ada saya gak akan ngaruh karena udah ada kedua temennya mas hari dan ka yuda. Tapi kata mas hari benear untuk menahan saya tak pulang waktu itu.
Dan kata seseornag yang bercerita pun benar, bahwa dia yang agak sulit mengekspresikan perasaannya. Dia yang juga bingun bales perhatian aku. Iya. Gapapa kalau bingung, karena akupun masih bingung dengan sikapnya yang tiba tiba mendekat dan mengetuh pintu hati yang sudah ku kunci.

Hari ini ketika aku sedang sibuk dengan laptopku, dia datang. Datang menghampiri dan bolak balik gak jelas. Aku tau, kalau dia seperti ada yang sedang ingin disampaikan. Mungkinkah dia mau menemani ? Ntahlah. Tapi hal lain yang membuatku bahagia, ketika melihat tasnya masih tergeletak di versa seakan menungguku, memberi tanda bahwa dia belum pulang. Lalu dengan bodohnya aku malah keruangan dengan barang - barangku sendiri. Aku tak mau lagi menatap matanya. Sebab sungguh aku begitu gemetar ketika mata kami bertemu.

Dear kak Rory

11:08 0 Comments

 November

Dear ka rory,

Gue cuma mau bilang, gue sayang banget sama lo. Sayangnya pake banget. Mesikupun lo gak pernah sekalipun melihat kearah gue, meskipun setiap perhatian yang gue kasih, selalu ditepis sama ego lo yang gak pernah mau turun. Meskipun lo suka marah. Meskipun lo anaknya moody banget, kadang bisa seramai kembang api, kadang juga bisa diam seribu bahasa, kadang bisa marah sampai berapi-api, kadang bisa seceria taman bermain. Gak papa. Gue tetep ada di sisi lo kan ? Gak kemana - mana dan selalu mimihak lo bahkan saat semesta bertentangan.

Tapi gimana ya kak, akhir - akhir ini gue merasa kalo gue harus lebih mencintai diri gue sendiri dibanding elo. Gue harus lebih tahu diri untuk mencintai elo. Rasanya sudah cukup, mungkin lebih dari cukup.
    Gue awalnya yakin kalo lo orangnya, kalo lo adalah bahagia gue, tapi sepertinya gue salah. Lo sama sekali gak pernah melakukan apapun untuk kebahagiaan gue, sebab bahagianya hanya biasan dari imaji yang aku cipaatain sendiri melalui lo.

Gue benci sama lo yang sekarang. Lo yang semakin kekanak kanakan. Lo yang ga mandiri. Lo yang terlau bergantung sama bang adi. Gue benci kak. Benci banget. Mungkin ada sedikit iri, tapi bukan itu. Ketergantungan lo kali ini nyebelin. Lo yang gak mau pulang sore jadi harus ngorbanin temen - temen lo. Jadi ngaruh ke kerjaan. Dan gue benci banget. Masalah lembur yang harus bareng terus, gue gak suka liatnya. Sebab, ka rory yang dulu gue kena anaknya mandiri, berpirinsip, sekarang ngga.

Gue udah sampe kak dititik lelah untuk memahami lo lebih jauh, lebih dalam. Seserehana lo yang ga mau jawab pertanyaan "motor lo gimana ? Ditaro dimana ? Diambil ?" pas ngomogin mudiknya. Gitu aja ga mau jawab. Sepenting dan serahasia itukah ? Sampe ga dijawab. Sampe gue mau ngasih susu ke elo aja harus lewat mas hari karena gue terlalu taku sama penolakan. Penolakan - penolakan yang selalu lo kasih pas gue perhatian ke elo, mulai dari procelin waktu covid, salep pas lo lagi bengkak, teh yang semula hangat menjadi dingin karena ego lo, bahkan perasaan yang selama ini gue simpan juga ditoalak tanpad diungkap. Mukena yang gue kasih untuk nyokap lo juga gak berani dikasih kan ? Iya gue ngerti kok. Pasti lo bingung kalo natnditanya tanya.

Asal lo tau, gue selalu berusaha menjadi sempurna biar bisa ngimbangin lo yang selalu merasa sempurna. Gue yang skincarean, gue yang selalu pake kaos kaki sama foot cream, gue yang mau mutihin kulit, bahkan sampe gue rajin sholat sama ngaji karena gue taku hilang arah ketika gue kehilangan lo nanti. Sebab cukup sekali, cukup kuliah gue aja yang terlanjur mundur satu semester karena satu satunya motivasi gue cepet lulus adalah elo, lalu tiba tiba lo hilang dan membawa pergi motivasi serta impian gue. Gue hancur kak, saat itu. Gue gak punya lagi alsan untuk lulus. Sampe akhirnya sekarang gue udah nemuin alasannya, biarpun ngga sekuat dulu. butuh waktu memang

Sepertinya benar kata Anggha kalo gue harus nyerah pada perasaan. Lo gak pernah punya perasaan apa apa. Lo. Kita hanya penghibur semata disaat dunia lagi sepi. Gue sekarng jadi mikir, apa gue cukup pantas untuk lo yang sempurna ? Tidak. Sepertinya pertanyaannya harus dibalik. Apa lo yang begitu sempurna pantas untuk gue yang biasa? Apa sifat lo yang moody (yang bisa marah tiba tiba atanpa gue tau alasannya) pantas untuk gue yang diam memendam ? Apa ego lo yang terlalu tinggi pantas untuk gue ? Apa sifat lo yang ke kanak anakan pantas untuk gue yang mencoba dewasa? Apa lo yang gak bisa menghargai pantas buat gue ? Maaf kak kayanya lo gak pantes buat gue. Gue mau hidup bahagia sama orang yang memang berusaha bikin gue bahagia biarpun bahagianya datang dari diri gue sendiri. paling tidak dia ikut andil di dalamnya.

Gue tau ini akan cukup berat buat gue, tapi pelan - pelan gue akan berusaha bahagiain diri gue sendiri untuk sekarang. Sampai nanti akhirnya gue bisa nemuin orang yang pantas untuk gue bahagiain, sampe akhirnya kita menemukan kata "Saling" membahagiakan satu sama lain.

Pesan

10:50 0 Comments

 Oktober

Yeah, Something happen beberapa hari terakhir.
Perkara roti, dia yang tak pernah memberiku roti. Dia yang selalu lebih perhatian ke kak lia. Bahkan setiap kali beli jajan / beli minuman yang dia ingat ka lia. Cemburu ? Tidak. Lebih kepada iri. Bahkan hari ini saja, dia diam. Benar - benar diam dan tak angkat suara. Behari - hari saya buka bicara, namun selalu terhenti padanya. Samapi setelah sholat, dia bertanya ka lia pulang bareng lu ? Kalo dipikiri, dia selalu nanya tentang ka lia. Ka lia yang selalu ada dipikiran dan ditanyainya. Pernahkan dia menanyaiku pada ka lia ? atau paling tidak, pernahkah dia menanyai aku pulang gimana ? Ntahlah. Apa mungkin aku yang tak ingat.

Terlepas dari ke iri an yang tak logi. Akubenar benar sedang pusing dengan kuliahku. Hopeless. Lagi dan lagi. RR adalah motivator terbesar melebihi diri sendiri soal pendidikan. padahal aku gak pernah ngerti pas dia jelasin banyak hal. Soal ilmu - ilmu yang dia punya. Tapi ...
Aku hanya ingin menghubunginya, ngobrol, berbalas pesan singkat. Itu elbih dari cukup untuk bikin aku bangkit lebih ada semangat kalau aku harus selesai. Pesan pesan itu seperti berisi "Ayo wid. Lo pasti bisa. Ayo semangat."

Kembali mendekat

10:44 0 Comments

 Oktober

Sejak hari dimana tante yuni bilang soal jodoh. Soal kalau sebenernya ada seseorang yang lagi deket. Tante yuni kalo ga perlu jaga jarak. Ya. Oke. Aku lauin. Saya kembali mendekat. Saya mulai memendam segala rasa itu lagi diam - diam. Setelah beberapa hari, saya memang melihat dia yang mau menemani ke SDM, dia yang mau menuhi buat anter makanan, dia yang mulai terbuka, dia juga ang sepertinya betah untuk berbincang lama denganku.

Namun yang buatku bingung, kenapa ? Kenapa dia seperti seolang - olah tak pernah pengingatku ? Atau dia memang benar - benar tak ingat ? Tak seberarti itukah aku untuknya ?
Dia yang selalu mengingat ka lia, ka adi, kak kalis, mas hari, pernahkah namaku terlintas dipikirannya ? Sekali saja, hanya untuk sekali saja

Rasa yang mungkin kadang aku tak mampu menahannya. Rasa yang terus membuncah setiap melihat matanya. Rasa yang terus meluap setiao dengar ceritanya. Masih bisakah aku menahannya ?

Tumblr kecil merah

10:39 0 Comments

 September

Rasanya terlalu banyak kejadian yah. Pagi itu, sepertinya RR sakit, vertigonya kumat. Pusing gak karuan. Dia berbicara terus seperti sakitnya sudah tak tertahankan. Mendengar keluhannya, saya gak tega. Saya menawarinya teh panas. Memang gaka akan bisa menyembuhkan tapi paling tidak bisa menenangkan. Dia menolak. Tapi saya tetap membuatkan teh untuknya. Dia benar benar tak memperdulikan sebuah tumblr merah yang ada di depan matanya. Dia biarkan teh yang panas itu mendingin dengan sikapnya yang angkuh.

Hingga malam sebelum lembur saya mengecek kembali botol itu. Namun saudah tidak ada. Saya pikiri bahwa dia telah meminumnya, paling tidak seteguk. Rasanya saya lega. Dan melihatnya membaik setelah minum obat.

Keesokan paginya saya mencara botol kecil itu. Namun masih tidak ketemu. Saya tak berani bertanya. Saya diam dan menganggap mungkin dibawa kali ya. Yaaaa. Perasaan bodoh yang selalu berfikir positif terhadapnya. 

Hingga siang, akhirnya saya tanya pada teman saya dan ternyata botol itu masih tersimpan rapih di lemari dan tak berkurang sedikitpun isinya.
Yah, saya seperti mengulang kesalahan. Tidak. Lebih tepatnya mengulang hal bodoh untuk seseorang yang ngga pernah bisa menghargai sesuatu.
Sejak saat itu saya kembali tersadar bahwa tidak ada yang bisa menghargai kita selain diri sendiri. Dan keeskan hanya saya tak lagi menanyainya makan !

Jajan

10:33 0 Comments

 September

Disuatu siang, seseorang bicara sibuknya pekerjaan dan bisingnya suara gantry yang sedang berputar

Pria : Gimana kuliah lu ?
Wanita : Jangan tanyalah
Pria : Dulu aja waktu gua kuliah, gue bilang jangan tanya besoknya lu nanya lagi
Wanita : Ya itukan bentuk semangat gue ke elu. Akhirnya lo lulus kan

Disiang berikutnya, kita berencana untuk membli minuman, aku kopii dan dia memesan lebih dari satu. Ku tanya untuk siapa, dia tak menjawab. Dia hanya bilang buat siapa aja yang mau. Lalu ku bilang kalau LP udah beli kopi sama ka ida. Yah. Dia tak mau jadi membeli kopi ntah karena apa.

Lalu tiba - tiba aja terpikir, kalau sama ka Lia, mas hari, bang adi, kak kalis, selalu inget pas lagi pesen minuman. Tapi apakah dia pernah inget sama gue ? Beliin gue minuman ? Teringat pas lagi jajan ??
Sepertinya tidak
Yah, memang kadang yang paling berarti buat kta mungkin belum tentu kita begitu untuk orang lain

Ada yang palig meresahkan dari hubungan teman baik

10:23 0 Comments

 Sepetember

Ada yang paling meresahkan dari hubungan teman baik.
Adanya rasa yang belum tentu berbalas balik

Apa yang terjadi di dua hari terakhir ini benar - benar membingungkan. Sungguh. Kejadian lucu kemarin. Yah kemarin, aku diajak makan sama mas adi. Dia membujukku dan memaksaku untuk menemaniku sampai disampaerin ke basement. Sejak awal aku sudah bilang ngga usah dan menolak ajakannya. Tapi dia bersi keras untuk menghampiriku. Dan sayangnya di waktu yang bersamaa, RR belum beli makan dan tinggal kita berdua yang belum makan. Lalu aku memutuskan untuk pergi bareng. Bingung ? Tentu.
Aku tak enak karena telah menolak mas Adi yang sudah jauh nyamperin keruanganku. Tapi aku juga maunya pergi beli makan sama RR. Dan alhasil kita lewat lobi sekalian ambil ATM dan menghindari mas Adi. Sesampainya di ATM antri lama dan aku mengajaknya ke lantai 2 dengan tujuan agar tidak bertemu mas Adi yang saat itu sedang bertugas di lobi. Dan ternyata ....
Kita ketemu di lantai 2. Aku bersama RR setelah menolak ajakan makan siangnya dan mengabaikan pesannya juga membiarkan dirinya menunggu diruanganku.

Aku memilih RR untuk kesekian kalinya. Aku menemaninya dan mengabaikan orang - orang yang benar - benar tulus menyayangiku. Ntah tulus, ntah tidak. Aku tak tau isi hatinya. Gak tau perasaan apa yang aku tak pernah bisa tinggalkan dirinya sendiri. Membiarkan ia melewatkan makan siangnya. 

Dan kemarin, hari ini, RR menghubungiku lebih dulu, tidak biasanya dia chat duluan. Memang sih sebuah pertanyaan penting, dia nanyain bang adi berlanjut beberapa menit setelah itu dan berujung pada ku yang membaca pesannya.

Dan terjadi hari in, RR kemabli menghubungiku dengan alasan mengajakku untuk bantu T2 karena kita gak ngapa ngapain di versa. Kali ini chatingannya agak lama - lama. Dan aku sangat menyukainya. Ketika dia mulai bercerita tentang dirinya.

Dan aku menceritakan tentang apa yang buatku resah akhir - akhir ini. Berbalaskan stiker. Obrolan yang ngga jelas. Yaaaa. Aku sangat menyukainya. Semesta bisakah setiaphari adalah hari ini. Selasa. Selalu ada cerita dari sebuah rasa.

Ditambah lagi tadi Ka Lia cerita kalau dia sampai meninggalkan makananya yang masih terbuka demi menghampiri dan menemaniku warming up. Dia yang buru - buru dan berlari kecil. Dia yang khawatir kalau aku marah. Gimana mau marah, kalau hadirnya sudah buatku tenang. Tenang saatu ku bersama bang ucup.

Rory. Sebenarnya dialah satu satunya alasan kenapa aku harus cepat lulus.
Dia satu satunya penyemangaku untuk selesaikan tesis yang sebenarnya tak terlalu sulit. Hanya saja aku yang malas.
Dia adalah sumber motivasiku. Satu- Satunya.
Ketika dia pergi, hilang, hubungan renggan. Ketika itu pula saya hilang.
Hilang motivasi. Hilang alasan. Hilang semangat untuk segera selesaikan pendidikan.
Oleh karena itu,

Dear Rory, tetaplah berada disana.
Jangan kemana mana. Tetaplah di posisi sekarang, dimana kau berada.
Jangan mendekat sekalipuun kearahku, sebab aku akan berlari memelukmu
Jangan pula menjauh, sebab aku akan jatuh bersimpuh menangisi kepergianmu

Mengidap Bahagia

05:40 0 Comments

 September

Lagi lagi saya mengidap bahagia. Bahagia yang rasanya seperti narkoba bagi diri seniri. Bahagianya sungguh candu. Yang saya sendiri sudah tahu bahwa yang saya rasa akan memberi sakit yang terasa. Bahkan saya tak bisa membuat karya apapun. Tulisan indah nan menyentuh pun rasanya berujung pada titiik.

Hari ini, sebungkus nasi padang kita santap berdua. Tidak biasanya, saya amakan diruangan kecil tertutup berisikan meja, kursi dan komputer. Pengen aja makan disitu sampai akhirnya saya pun tak menyangka bahwa dia duduk disebalah saya dan menyantap makanannya. Sebelum dia duduk sempat terfikir 'kalau dia duduk dan makan bareng disini, berarti fix dia tertarik' Daaann.Benar. Dia duduk dan menemani saya makan. Yah Obrolan kecil meramaikan sebuah ruangan yang akan berdengin bila tak bersuara. Sebagapa kaliupun dia mengajak berbincang, saya gakan perah lagi menatap matanya, sebab saya tak mau jatub untuk kesekian kalinya.

Iya, sejujurnya saya ingin sekali untuk terus berada disisinya. Tapi gimana ? Saya benar - benar sedang berusaha sekuat tenaga untuk bahagia dan telebas dari pikiran - pikiran tentang mu.

Sebab itu, bisakah kau berada disana ? 

Janganlah mendekat selangkahpun karahku.

Aku sedang berdiri memantapkan hati.

Jangan buatku goyah pada ucapan - ucapan manis yang ka beri

Jangan biarkanku mengidap bahagia yang telah kau ciptakan.

Aku seprti sedang bertarung pada perasaanku sendiri. Logiku sungguh ingin menang untuk mendapatkan bahagia diri padahal aku sendiri tak tau bahagia seperti apa yang sesungguhnya.

Dia memang bahagiaku

05:32 0 Comments

 Dia memang bahagiaku, pun sebaliknya.

Namun apakah dia mampu memeluk sega luka dan kuranagku ?

Karena tiba - tiba ku ragu. Ragu untuk memilihnya karna nyatanya memang dia tak berubah. Intonasinya yang seperti marah, egosinya yang tak mau mengakui kesalahannya. anggapan benar tentang pikirannya. Buatku ragu untuk terus mencintainya.


Bisa dibilang aku sangat menyayangi sang leo. Aku tak mau terjatuh kembali. Tapi pertahananku hampir goyah.

TOolong diiingat.

Lo berhak. Harus bahagiain diri lo sendiri. Bukan hanya untuk sekarang atau besok tapi selamanya. Dan bukan hanya bahagia, tapi jjuga jadi seseorang yang dewasan dan bisa nerima segela kurangnya lo. Ya pasti lo akan ketemu ornagnya

Jadi mau kapan ? Akhir atau awal tahun ?

05:28 0 Comments

 September

*Liat video mantan*

R : kenapa? sedih ?

S : Ngga. kan udah ada elo yang buat bahagia

*ketika sebuah pertayaan yang ucapannya terus terngiang ngiang

"Jadi mau kapan wid ?Akhir atau awal tahun?"

Sebuah kalimat yang benar - benar hampir meruntuhkan benteng pertahanan ku.


Jika mengingat kembali ke belakang, yah agak sulit untukku harus bangun, bangkit dan kembali beridiri menatap lurus kedepan, memeluk segala seih dan sakitnya kenyataan cinta. Mengerinngkan air mata yag terlalu perih membasahi luka hati.

Yaah. Saya tak boleh jatuh.

Lagii. Dan kedua kalinya. Ketika itu terjadi saya hanya ada dua pilihan jadi atau ntahlah saya tak mau membayangkannya



Harkit

05:23 0 Comments

 


Dan hari ini, kembali dia mencari saya. Untuk apa ? Temenin ke harkit !! Terus minta jajan deh. Sebelum berangkat

RR : anterin yuk ke harkit

SW : ada imbalannya gak

RR : yaelah gitu aja pamrih

SW :*diam dan tak bergerak*

RR :iyaa. iyaa

Yah akhirnya kita pergi lagi. BERDUA. Setelah sekina lama. 8 bulan kita dijauhkan. 

Dia satu satunya orang yang bikin seneng sampe mau meledak. Sampe mau nangis

Sesimpel ketawa bareng. Sesimpel obrolan ringan. Sesimpel perjalanan ke harkit. Saya sungguh menikmati.

Tapi jujur, ada perasaan takut

Takut semuanya terulang. Takut jatuh hati. Karena jika mengingat rasanya, sungguh buat sesak

at Lawson

05:19 0 Comments

 September

Hello september,

Hope itwill be my month

Hari ini seneng banget sampe mau meledak. Gak tau kenapa. Mungkinkah karena RR mulai kembali mengisi hari ?

Mungkinkah karena kedekatan yang kembali terulang akhir - akhir ini ?

Kemaring kita pergi membeli kopi untuk teman - teman. Awalnya ke FMX, tapi sayang gak ada. Lalu telpon ka ida dan mengusulkan untuk ke lawson yang sudah jelas jauhnya itu di harkit dan panasnya melekit. Yah. Harapan ku dia gak mau, karena sejujurnya saya sungguh malas. Tapi ternyata mau dooongg. Panas - panas. Jauh - jauh. Keluar. Jangankan untuk lawson tengah hari bolong, ke luar beli makan dia sendiri aja gak mau.

Yah. Sesampainynya kita borong minuman banyak banget.Beberap temenku telpon, barangkali ada yang mau nitip saampai tibalah saat hp ku berdering dan mamat yang telfon

RR : siapa ?

SW : ka kalis nitip

RR : satu lagi siapa ?

Mikir dong. Karena gak mungkin aku jawab mamat, his enemy

Tapi karena tak ada jawaban dan gak mau bohong, jadilah bilang jujur

SW : Mamat

RR : NGapain si anying itu

SW : kasar ih

RR : Balik ah

SW : kok pulang sih parah banget. Masa ditinggal selisih.

Berbalik badan, mungkin karena gak enak dan gak tega, dia tetap berada disana. Dan sepanjang perjalanan, dia hanya ngedumelin mamat. Sampe keluar kata kata "Belain aja terus si any**ng. Yaiyalah orang lu demen"

Selalu gitu yaaa.

Tapi aku bilang "Duh. Males ah ngomongin itu. Pegel kuling"

Dan bebrapa saat kemudian mulai ganti topik seputar CPNS. Sepertinya dia ngeh kalau saya sedang berusaha mencari topik

New Style (Potong Rambut)

05:10 0 Comments

 Agustus

Hai. Sepertinya banyak cerita di Agustus ini. Yah hari ini hari pertama ku kembali bekerja setelah beberapa hari lalu cuti. Ku temukan sesosok pria dengan tampilan barunya. Tampan. Rapih. Yahh. Sesuka itu saya melihatnya.

Pas kebetulan kita dipertemukan untuk kerja bareng. Lagi. Lagi. Kejadian keualang lagi. Lagi lagi saya harus melihat bahagianya karna orang lain. Melihatnya menurut permintah atau ntah apalah sesuatu yang membuatnya mencuku rambuh.

Beberapa ngecengin, dan lagi lagi saya harus berpura - pura baik- baik saja. Sampai - samapi saya minta ditemenin LP dan AY untuk stay disana. agar kebaik - baikan itu memang terlihat alami

Mungkin beberapa bilang saya takut.

Yha benar. Saya memang takut. Bukan takut kalau dia marah. Saya takut tidak bisa kendalikan perasaan dan sikap saya. Takut kalau tiba - tiba segalanya tumpah

Kelulusannya

05:05 0 Comments

 Agustus

Tepat hari ini adalah hari kelulusannya. Yah saya sungguh amat senang  mendengar ia bercerita bahwa ia telah keluar dari lubang buayanya. hahaha. lucu yaa... senangnya sama dengan senang saya


Diawali dengan makan bersama siang tadi. Yahh.. Setelah sekian lama, hari ini kita baru bertemu lagi untuk mankan dan bertukar cerita.

Dia menemani saya makan, begitupunsebaliknya, hingga ia selesai menyuapi bakso terakhirnya.

Saya benar - benar bahagia melihat wajah senang itu. Segitu bahagianya. Kelulusannya benar - benar membuat saya ikut lega.


Hingga saat sore tiba, kita (saya dan teman lainnya) ingin memberikan gift sebagai pelengkap kebahagiannya yang telah disiapkan dari sidang I. Hanya saja saya tak ingin memberikannya langsung sebab saya sudah janji pada diri sendiri tuk sembunyikan segala bentuk perhatian dan tuk mendlivernya melalui orang - orang sekitar.

Tapi yang ada, kejadiannya malah ramai. Situasinya seprti saya ingin menyatakan cinta. Seperti anak SMP yang dikelilingi teman - teman saat mau nembak. Semarak sorak ramai, seperti sedang menonton pertandingan bola.

Segala macama ejekan muncul. Ungkapan - ungkapan yang memamang sejujurnya sedikit mewakili rasa. Ssaya hanya bisa tertawa seperti biasa. Saya tak mamu lagi untuk melihat kearah sesorang yang sebentar lagi akan menjadi wisudawan


Hadiah

04:56 0 Comments

 Agustus

Untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya hadiah yang kau terima.
Mungkin sebagai kenang - eknaganan atau bentuk perpisahan
Salam hangat dan selamat tinggal dari perempuan yang selalu menanyaimu 'makan apa?'

Bahkan tak bisakah kau ucupkan 'Terima Kasih' untuk terakhir kalinya?
Yang mungkin jadi ucapan paling indah saat ini

Sebaik apapun kita. setulus apapun kita. sesayang dan secinta apapun. sebesar apapun pengorbanan kita. Ga akan berharga sedikitpun untuk orang yang gak bersyukur sama keberadaan kita. Jangan pernah menjadi pelangi untuk yang buata warna

Campur

04:53 0 Comments

 Juli

Hello rasanya sekian lama tak menulis dan bercerita

Aada banyak hal yang terjadi. Terlalu banyak untuk diceritakan hingga saya tak tahu harus mulai dari mana.

Bisa dari ade yang positif. semua orang pusing. Rentetan berita akan covid ternyata makin lama bikin mental illness. Keluarga. Saudara. pertemanan. Semuanya positif kaya tingga nunggu aja gitu

Soall rasa pada seorang teman yang belum usai padahal tak pernah memulai

Soal pria yang dekat dengan saya akhir - akhir ini. Pria paruh baya yang saya rasa selisih 2 tahun lebih muda.

Ntah saya takut pada perasaan yang sudah saya buat hancur sia - sia

Saya takut untuk tak bisa putar balik

Saya takut untuk kembali 

Setiap apa yang dikasih, selalu jadi bentuk perhatian manis

Yah. Sayangnya ... Rasanya memang dia begitu sama orang - orang terdekatnya

Lost

04:49 0 Comments

 Juni

Somethingn different with my self

I don't know what is it

I just feel back to my self before muslimah

I back to lazy, to pray, to help moter clean up plate, reading qur'an

I like lost my self that I change before


Perlahan, I try to restore my self.

May be I am emotional burn out and need to tak a rest for a time

Sepertinya ini bagian terburuk dari diri gue sih. Gue ngerasa hopeless.

First, gue berdoa tiap hari, ngaji tapi Allah belum juga ngabulin doa gue

Sampe akhirnya gue mikir, Allah sayang gak sih ? Kapan doa gue terkabul ??

Astaghfirullah


KUliah gue juga mulai ngga jelas

Bimbingan

04:45 0 Comments

 Malam itu,

Bimbingan adalah hal yang tak memberikan solusi, melainkan menambah masalah dan pertanyaan baru dikepala

Ntah saya yang telalu bodoh atau saya yang tak mengerti yang diucapkan pembimbing. Hingga saya ingin pasrah dan menyerah pada keadaan yang sepertinya belum saya usahakan.

Lalu saya chat seseorang yang menjadi alasan saya menumpuh studi. Saya bilang 

"Kayanya gue lulusnya nunda ajadah. Gue gak ngerti"

Lalu dia bercerita panjang kali lebar sampe dia bilang 

"Lo mah dikasih pembimbing enak, malah disia siain"


Yup. Kata - kata itu lebih dari cukup untuk mengembalikan semangat yang hampir padam

Ya Benar.

Dia adalah konsultan pendidikan terbaik!!

Jatuh

04:40 0 Comments

 Saya pernah sejatuh - jatuhnya sama seseorang yang seharusnya tak saya jatuh cintai. Hingga saya lupa caranya untuk bangkit, untuk berenang ke permukaan, karna terlalu menikmati lukanya hati yang tenggelam dibawanya.

Sekian minggu saya uring - uringan gak jelas. Dilema akan perasaan yang harus saya musnahkan dengan segera.

Rasanya kosong. Tak ada harapan.Yah begitulah. Setelah saya bangkit dan memutar arah

Ternyata saya cukup kuat untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala

Bentuk pertemanan yang sudah kita bina sejak awal.


Benarkah kata orang bahwa nyaman dilingkaran persahabatan adalah jebakan paling menyebalkan ?

Obat cream

04:37 0 Comments

 Iya. Beberapa hari terakhir pikiranku cukup rumit. Dibayang - bayang oleh peratanyaan kapan dan mana. bertubi - tubi seperti serangan fajar. Ditambah dengan kejadian yang bikin semakin insecure sama diri sendiri. Ngerasa kalo diri sendiri kurang segalanya.

    Semua bermula dari kejadian obat yang saya kasih ke RR. Yah 2 hari saya melihat pergelangannya sakit. Bodohnya dan tanpa pikir panjang, langsung aja reflek beliin obat. Dan ternyataa ... Keesokan harinya ... Obatnya gak disentuh dong. Yup sangat menhok sampe salah satu teman saya bilang "Wid, kemaren obatnya gak diambil, katanya dia udah punya" dan gue menjawag "Oh gituu ... Yaudah kak gapapa"
dan sejak saati itu saya merasa jadi wanita paling bodoh yang mikiri ngapain sih pake kaya gitu?


Ditambah lagi AY bilang kalo gue harus move on pelan - pelan. Tanpa pikir panjang dan sejak saat itu saya berhenti. Berhenti untuk memperlakukannnya spesial. Yah. Saya sempat membenci kebodohan saya yang kadang jadi bulan bulanan rekan kerja yang lain.


Seiring berjalannya waktu, nyatanya.

Saya tak cukup kuat. Saya tak cukup kuat untuk abai padanya. Saya tak cukup tangguh untuk berdiri dihadapannya.

Bahkan segala jantung sayang tak cukup kuat untuk menatap matanya.

Segalanya bergetar. Bahkan air matapun tak mampu terbendung. Rasanya ingin tumpah ruah membanjiri seluruh hati yang diombang ambing akan kebimbangan rasa


Ya benar.

Sebesar itu rasanya. Rasaya sayang saya terhadapnya. Hingga hal - hal bodoh saya lakukan

Semakin saya menghindar, nyatanya

Semakin sakit. Semakin perih

Rumah (revisi)

04:29 0 Comments

  Perihal mencinta dan dicinta

Berangkat dari rasa nyaman

Memupuk harapan

Yang ternyata kini menjadi sebuah ancaman


Ancaman bagi perasaan

Perasaan yang masing - masing dijaga

Agar tetap utuh dan tak saling jatuh

Tapi gimana ...

Kemanapun ku berkayuh, pas dikamu tempat paling teduh

Biarpun kamu sering gaduh dan buat riuh

Biarpun jarak terjauh yang harus ku tempuh

Cuma kamu yang bikin aku luluh


Perihal bahagia

Kamulah sang juara

Menduduki tempat nomor satu yang saat bersamamu selalu ingin ku hentikan waktu

Menikmati setiap tawa .. canda.. ceria...

Berbagi cerita


Yaa. Kita memang dekat tapi tak rekat

Saling terikat tapi tak menggenggam erat

Aku tak yakin, apakah aku cukup kuat untuk membungkam rasa rekat - rekat

Yang terus mencuat, menyelinap menembus sekat


Aku ingin,,

Menjadi teduh di hujanmu yang kian gemuruh

Menjadi hangat di tengah dinginnya malam pekat

Menjadi senjamu 

Yang merekah indah di penghujung hari yang lelah

Menjadi rumah saat mulai hilang arah


Sayangnya,...

Aku hanyalah halaman depan rumah

Menungg mu pulang, padahal kau hanya berlalu lalang

Selalu menyambutnya datang dan melepasmu hilang 

Di ujung jalan simpang 


Temanimu berbincang berhias bintang terang takkan buatku menang

Tuk bersemayam di dalam 

Memupuk tanam dan beri siram

Menuai cinta yang telaah disemai


Rumah

04:25 0 Comments

 Perihal mencinta dan dicinta

Berangkat dari rasa nyaman

Memupuk harapan

Yang ternyata kini menjadi sebuah ancaman


Ancaman bagi perasaan

Perasaan yang masing - masing dijaga

Agar tetap utuh dan tak saling jatuh

Tapi gimana ...

Kemanapun ku berkayuh, pas dikamu tempat paling teduh

Biarpun kamu sering gaduh dan buat riuh

Biarpun jarak terjauh yang harus ku tempuh

Cuma kamu yang bikin aku luluh


Perihal bahagia

Kamulah sang juara

Menduduki tempat nomor satu yang saat bersamamu selalu ingin ku hentikan waktu

Menikmati setiap tawa .. canda.. ceria...

Berbagi cerita


Aku ingin,,

Menjadi teduh di hujanmu yang kian gemuruh

Menjadi hangat di tengah dinginnya malam pekat

Menjadi senjamu 

Yang merekah indah di penghujung hari yang lelah

Menjadi rumah saat mulai hilang arah


Yang ku tahu ..

Berlari kearahmu adalah hal yang paling ku inginkan sekarang

Perihal letihnya berlari, biar hati yang mengurusi

Perihal harapan yang patah biar kuasa yang menuliskan naskah

Eye Contact

04:20 0 Comments

 Another happiness.

Melihatnya gugup saat mata kita beradu.

Saat dia memalingkan dan mengalihkan padangan ku yang mencoba menangkap dan memeluknya erat

Saat dia bingung dan lupa ingin berkata apa


Sepertinya saya telah jatuh

ketempat yang mungkin akan buat saya runtuh

atau mungkin utuh


Sungguh saya menyayanginya dengan segala sikap buruknya

Sungguh saya ingin selalu beralari kearahnya

Menjadi pelipur dari laranya

Liburan terbahagia

04:18 0 Comments

 Bisa berkunjung kerumahnya. Masak - masak. Hari itu adalah hari yang paling menyenangkan, sampai saya tidak bisa lagi untuk menulis dengan kata - kata.

Dia selalu berhasil membuat saya bahagia dengan caranya.

Sesederhana tertawa dan bercanda

Sesederhana ajakannya untuk mengisi liburan saya kali ini


Yah seandainya saya mampu untuk mejadi rumahnya yang tenang

Tempat ia kembali

Sayang, saya terlalu ramai untuk mengisi hidupnya yang sudah cukup riuh

Kejutan semesta lainnya

00:42 0 Comments

 Hari ini saya dapat kejutan lainnya.

Seakan tak ada henti semesa tunjukan

Saya baru tau kalau ternyata dia sudah bertemu dengan wanita impiannya.

Ditambah akhir pekan mereka akan ketemu

Seakan ingin mundur dan menyerah

Pada setiap celah yang saya siakan 

Segala usaha

Ingin berhenti. Memutar balik

Ke titik awal

Titik dimana hanya ada tawa dan bahagia

Hanya ada hari - hari bersamanya

Menikamti setiap detik yang bergulir

Tanpa terfikir akan hari esok seperti apa


Iya,,

Saya rasa sedihnya sudah cukup

Cukup untuk dinikmati

Cukup untuk disyukuri

Cukup untuk dimengerti

Bingung

00:38 0 Comments

 Aku ngga tau mau nulis apa

Bingung ...

Kaya itu aja yang lagi muter muter dikepala


Saya bingung harus merespon apa. harus bertindak apa

Rasanya air mata telah habis minggu lalu tak tersisa


Lagi - lagi saya dikagetkan dan dikejutkan dengan hal - hal yang saya mau dengar tapi tak au tau

Tentang dia bersama wanita impiannya.


Ntah saya salah atau tidak, tapi tatapannya siang itu sangat tajam

Ntah dia bingng atau ngga dengan sikap saya yang seperti tari ukur, kadang ngedektin, ngobrol bareng, kadang nejauhin dan diam seribu bahsa.

Tapi sayappun bingun

Dear Allah SWT

00:35 0 Comments

 Dear Allah SWT


Lambat laun saya takut

Sangat takut sekali

Sebab perasaannya kian tak mampu

Saya kontrol

Semakin berusaha untuk menghindar,

rasanya semakin tumbuh

menjalar hingga seluruh tubuh


Setiap kali melihatnya,

Tertawa dan bercanda bersamanya

Bua saya bahagia

Rasa untuk semangat bekerja pun meningkat

Alih alih untuk bertemu dengannya

Setiap pagi dan setiap hari


Tapi gimana Ya Allah.

Saya sunggung bingung untuk bisa bersamanya terus.

Saya bukanlah tipe idealnya

Mungkin saya memang bagian dari tawanya

Tapi saya bukanlah alasan bahagianya

Kenapa telfon ? Kangen.

00:30 0 Comments

 Terlepas dari cerita menyedihkan saya kala itu, saya cukup senang.

Beberapa hari setelah itu, saya menghindah sejauh - jauhnya. Tak menyapanya. Tak menawarinya makan. Tak berada di sekitarnya. Bukan karena apa. Bukan karena saya ta lagi menyukkainya, bukan pula karena saya tak peduli lagi. Tapi karena saya hanya ingin menyelamatkan hati agar tidak seih, agar tidak patah.


Namun saya berfikir lagi, untuk apa menjauh ? Kita kan temapn.

lalu dia telfon. Ntah ada apa. Saya yakin pasti karena dia butuh sesuatu. Saya chat naun tidak ada balsan, hingga akhirnya saya lewat dan menghampirinya.

SW : kenapa telfon ?

RR : kangen

SW : jijik. wkwkwkw


Lalu saya berlalu begitu saja. Gimana sii ?? Rasanyaa... Bingung kan ?

Simple nya, mungkin emang dia pas ada perlu dan ada butuh sih makanya dia telfon bukan karna emang dia beneran kangen.


Bahagianya dia, Siang itu

00:26 0 Comments

 Pagi itu saya melihatnya begitu senang. Raut wajahnya riang gembira terpancar di wajah tampannya

Sepanjang hari, saya bertanya - tanya

Sepertinya ia sedang senang walau saya tak tahu senangnya karena apa.

Seperti hari hari biasanya, kita tertawa dan bercanda.

Bahkan lembaran ceng-cengan terlontar, dia yang jadikan saya bahan ledekan dengan sesorang yang pernah bersama saya dulu. Hingga saya mendekat, menginjak kakinya dan menggelitikan agar berhenti untuk ngeledekin. Sampai - sampai hanya kita yang tertawa terlalu bahagia siang itu.


Sungguh sejujurnya saya sangat senang. Senang sekali melihatnya sebahagia itu. Melihatnya tertawa lepas. Melihat ratu wajah cerahnya.

Beberapa hari kemudian, ditengah obrolan hangat dan candan, tiba - tiba terbesit omongan 

'makanan dari dia masih ada tuh bang sampe sekarang'

Seketika hariku runtuh. Dibilang cemburu, mungkin iya. Pantas saja siang itu dia tidak nitip makan. Pantas saja siang itu, tidak. hari itu, dia bahagia tertawa lepas


Yah... Sempat terfikir

Ketawanya sama gue, tapi bahagianya bukan karena gue :(

One day with me

00:14 0 Comments

 


One day with me.

Kaget banget, niatnya sih mau jadi independent and mandiri women yang apa - apa bisa dilakuin sendiri.


Tapi ...

Siapa sangka pas ngahih tau kalau gue mau pergi untuk nyari jilidah soft cover, dia mau nemenin.

Suprisingly, Siang. Panas. Berhenti - berhenti. Ditemeinin naik motor dong ....

Kaget ga ??

Orang yang paling gak mau ribet, gak mau kena panas. Tiba - tiba mau nganterin


Ditambah siangnya, dia mau neminin beli makan siang. Panas - panas juga. Padahal siang itu, yang mau anter banyak. Tapi anehnya dia yang ikut ... Hahahaha

Yah, tidak cukup sampai disana ceritanya, malemnya kita beli nasi goreng after lembur dan makan bareng. Dia pergi jam 9.00 karna bisnya baru dateng jam segituan. so I and other friend accompany him till 09.00 pm. The last, he gone. We berpisah.


Sejujurnya agak aneh dia melakukan hal - hal sebaik itu.

Karena pikiran buruknya, dipertengahan perjalanan siang itu, dia mau minjem uang untuk kuliahnya. Tiba - tiba kepikrian pantesan aja dia baik banget mau nemenin kemana - mana.

Tapi terlepas ada maunya, dia memang baik anaknya. Baik banget.

Campus Visitting

00:03 0 Comments

 Tentang hari itu, hari dimana cuma saya dan dia, berkeliling kota jakarta, mengunjuki kampusnya dan ngobrol sepanjang perjalanan. Kadang, saya ingin hentikan waktu saat ini, hanya aku dan dia.


Rasanya happy banget hari itu ...

Yah simple sih.

Tapi seharusnya gak boleh terbawa perasaan gitu bukan ??

19 Nov 2021

Awal Tahun

23:58 0 Comments

Tentang sahabat yang satu lagi.

Yang dia mampu membuat mood naik turun.

Lagi - lagi dibuat bingung olehnya.


Suatu hari, ketika awal tahun, tempat mulai bebenah diri dan ruangan. Saya tidak pernah menyangka dia akan mengatakan la itu. Saya tak pernah mengira bahwa dia cemburu. Tapi nyatanya dia bilang

"Waktu sahabat lu angkat - angkat, lu ngebet banget bantuin dia beres - beres. Giliran gue yang beres - beres, lu gak bantuin gue sama sekali. Lu diem aja"

Heits, tapi dia mengatakan itu ntah karena dia cemburu atau apa saya tak mengerti.

Tapi bukankah kalau dia memiliki rasa yang sama, seharusnya dia mau mengantar saya ke kampus? Yakan ?

Menikmati waktu

23:53 0 Comments

 


Semakin dewasa, kita jadi tahu apa yang sebenarnya kita inginkan.

Seperti apa pasangan yang kita mau.

Bahwa ternyata cinta tak cukup untuk menyatukan dua anak cucu adam.

Keperibadian dan pola pikir mendadak jadi prioritas

Mendadak saya pun harus sibuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup saya.


Akhir - akhir ini saya merasa bahwa saya hanya ingin menikmati waktu

Menikamati setiap moment yangberjalan.. yang terlewati.

Tanpa memikirkan perasaan dan masa depan.

Bukannya berjalan tanpa tujuan,

Saya hanya lelah untuk mengejar apa - apa yang tidak seharusnya untuk dikejar.


Seharusnya saya nikmati segala prosesnya

Seharusnya saya tak berpaku pada satu orang

Memang semua terasa menyenangkan akhir - akhir ini

Bahka sesederhana ketika dia mengirim pesan untuk tidak disamakan dengan mantan saya terdahulu (love biru)

(Tanpa) Meminta

23:48 0 Comments

 Dear kamu,

Terima kasih saat itu sudah menuruti permintaan saya untuk membuat semangkuk emi pemenuh lapar. Sejujurnya saya gak pernah sangka kamu akan melakukannya.

Terima kasih juga karna udah isiin IKI saya padahal saya hanya bercanda saat memintanya.

Kamu bukanlah sesorang yang hangat melalui pesan singkat telepon genggam. Tapi di dunia nyata, justru kamu adalah orang yang paling hangat dan peduli sama orang - orang sekitar.


Sekian

Sebermula

23:44 0 Comments


Lagi ...

Tak ada kapoknya.

Tak ada efekk jera.

Untuk jatuh kesekian kalinya.

Pada rasa diantara persahabatan.


Heran ... Memang ...

Karena sayapun tak habis pikir.

Saya terlalu terlena pada kebahagiaan semu

Pada kenyamanan yang tak ingin berpindah

Pada tawa yang terlalu renyah


Bahagia ... Hingga rasanya mau meledak

Seperti tak ingin kehilangan satu momment pun

Untuk terus bersama.

Tawa yang hanya kita yang ngerti.

Padahal kita gak tau apa yang diketawain.

Bahkan ketika sekeliling sunyi, hanya dunia kita yang ramai


Saya ngga pernah tau sejak kapan ..

Kalau saja dia tak pernah menawarkan dan memberikan makanan siang itu.

ketika saya malah pergi makan bersama pacar.

Kalau saja ia tak membelikan saya makan ketika saya lagi sibuk.

Kalau saja dia tak pernah mengajak saya untuk membeli makan yang jauh.

Dan yang lebih unik adalah ketika saya memenangkan lomba bersama sahabat yang pernah saya ceritakan sebelumnya, lalu dia tiba tiba marah ngga jelas. Tapi pas ditanya kenapa, dia malah bilang 'iya juga ya. Gue kenapa sih' abis itu kita biasa lagi, ketawa seperti gak ada apa - apa.


Tempat saya bercerita dan berkeluh

Tempat saya bisa berbagi tawa

Saya adalah tempat pelampiasan kepusingannya

Karena saya ga pernah bisa melihat sikon.

Dia adalah motivator pas saya lagi bosen belajar

Dan dia juga adalah salah satu alasan saya untuk melanjutkan pendidikan


Saya cumamau bilang ...

Kalau saya gak mau pisah.

Saya mau menikmati canda dan tawa bersamanya untuk saat ini

Sudah itu saja. Cukup

Sepucuk Surat Buat Kamu, Si Lautan Biru

23:27 0 Comments

How to :
Open with browser (laptop is recommend). Set your ear phone. Play music on the bottom / side and enjoy the story. 


Dear Ka Rory,

Hello. Apa kabar ? Gimana sama masa lalu ? Sudah bisa menerima ? Sudah ikhlas ? Sudah move on ? Aku harap udah yaaa.

Ketika lo buka tulisan ini, berarti gue udah bingung, bener bener bingung. Bingung harus gimana ? Bingung harus seperti apa lagi buat menyayangi elo. Bingung harus berjuang sampai mana. Dan ketika lo selesai baca isinya, berarti gue udah siap. Bener bener siap. Siap untuk menerima apapun. Siap untuk menghadapai respon lo. Siap juga untuk kehilangan dua orang sekaligus, sahabat dan orang yang dicinta. Seperti yang sudah lo lakukan sama orang orang yang punya perasaan ke elo. Ngejauh. Iya gapapa. Gue tau kok, karna semua pasti ada konsekuensinya kan ?

Tapi paling ngga kali ini, gue cuma pengen lo tau. Tanpa lo sadari, lo udah ngasih banyak bahagia ke gue. Gue ga mau kehilangan lo dua kali, tanpa lo tau apa apa dari gue sendiri. Sebab sudah cukup gue dibuat bingung sama perasaan dan pikiran gue sendiri kak. Bingung harus melangkah maju memperjuangkan elo atau mundur menyelamatkan diri sendiri. Dan kali ini, gue ga mau mengulang kesalahan yang sama.


Selamat menyelami lautan perasaan,

Mendayunglah di segara yang jauh,

Hingga bertemu di sebuah muara,

Dan berlabuh dipelabuhan yang kan kau tancapkan jangkar dengan kuat :)



*cerita ini asli dari life jurnal, buku yang ada di depan lo sekarang yang diketik ulang persis tanpa ada yang diubah. Kalau tidak berkenan membaca, bacalah postingan terakhir :)

Follow Us @soratemplates